PITASUARA.COM, Kota Bekasi – DPRD Kota Bekasi mendesak Pemerintah Kota Bekasu untuk melakukan mitigasi kendala teknis jelang seleksi murid baru 2026.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman, mengatakan pihaknya telah memberikan catatan kritis kepada Dinas Pendidikan untuk melakukan mitigasi menyeluruh terhadap hambatan teknis.
Ia menyoroti masalah klasik seperti kegagalan akses masuk (login), gangguan peladen (server), hingga lambatnya proses verifikasi yang kerap menyulitkan orang tua siswa saat melakukan pendaftaran secara daring.
“Kita minta betul-betul dimitigasi, terutama hambatan orang tua saat proses pendaftaran online yang sering bermasalah di tengah jalan,” ujar Wildan Fathurrahman dalam keterangannya yang diterima pada Kamis (7/5/2026).
Ia juga menjelaskan penggunaan sistem CAT diharapkan menjadi solusi atas kekhawatiran masyarakat terhadap praktik kecurangan.
Dengan sistem ujian berbasis komputer, hasil kemampuan siswa dapat terukur secara langsung dan meminimalkan celah intervensi manual. Ia pun mendesak sekolah-sekolah tingkat SMP untuk menyiagakan operator yang kompeten guna membantu kendala teknis yang dihadapi calon peserta didik di lapangan.
“Karena itu, kami menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas agar kepercayaan publik terhadap sistem penerimaan siswa tetap terjaga,” tegasnya.
Tahun ini, skema penerimaan tetap mencakup jalur domisili, afirmasi, mutasi, dan prestasi, meski terdapat penurunan jumlah lulusan SD sebanyak dua ribu siswa dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebagai langkah solutif atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri, Pemerintah Kota Bekasi telah memperluas kerja sama dengan 47 SMP swasta. Melalui skema tersebut, siswa tetap dapat mengenyam pendidikan berkualitas tanpa biaya di lembaga swasta mitra pemerintah, sehingga akses pendidikan di Kota Bekasi menjadi lebih merata dan inklusif.
Sebagai informasi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi memperketat sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 melalui integrasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Computer Assisted Test (CAT) guna meningkatkan kualitas serta objektivitas kelulusan siswa.
Langkah strategis ini bertujuan untuk merespons keresahan publik terkait dugaan manipulasi nilai rapor sekaligus memastikan proses seleksi berjalan lebih kompetitif, transparan, dan akuntabel sesuai dengan standar pendidikan nasional. (ADV)


Comment