PITASUARA.COM, Kota Bekasi – Anggota DPRD Kota Bekasi, Anton, mendesak implementasi teknologi inovatif guna mengurai emisi gas metana di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang demi meminimalisir dampak lingkungan bagi masyarakat sekitar.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas laporan riset Emmett Institute, University of California, Los Angeles (UCLA) School of Law edisi April 2026, yang menempatkan TPST Bantargebang sebagai salah satu penyumbang emisi metana terbesar di dunia dengan produksi mencapai 6,3 ton per jam sepanjang tahun 2025.
Anton mengungkapkan upaya konversi emisi metana menjadi energi listrik sebenarnya pernah dilakukan di lokasi tersebut beberapa tahun silam.
Namun, ia mempertanyakan konsistensi dan efektivitas program tersebut saat ini, mengingat tumpukan sampah yang terus menggunung tanpa pengolahan yang signifikan. Menurutnya, metode penumpukan sampah konvensional tidak boleh lagi dipertahankan.
“Intinya hari ini kita ingin adanya teknologi yang mampu mengurai sampah ini. Kita tidak ingin sampah ini hanya sekadar ditumpuk saja, harus ada inovasi,” tegas Anton saat memberikan keterangan resmi, Rabu (06/05/2026).
Lebih lanjut, politisi DPRD Kota Bekasi ini menekankan bahwa warga di sekitar TPST telah menanggung risiko kesehatan dan kenyamanan akibat bau menyengat selama puluhan tahun.
Ia juga menegaskan perpanjangan kerja sama pengelolaan TPST Bantargebang wajib menyertakan komitmen konkret terhadap perbaikan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan warga terdampak. Ia menilai pemeliharaan lingkungan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.
“Harus dilakukan, hari ini pun pemeliharaan lingkungan itu harus. Kalau tidak, ya sudah selesai,” ujarnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Anton berencana memastikan metode pengelolaan sampah di Kota Bekasi, termasuk di TPA Sumur Batu, beralih dari sistem open dumping menuju sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan.
Meski mengakui transisi tersebut membutuhkan waktu panjang akibat akumulasi sampah puluhan tahun, ia menegaskan bahwa langkah perubahan harus dimulai dari sekarang agar krisis lingkungan tidak semakin memburuk. (ADV)


Comment