Travel
Home » Blog » Pengguna Transjakarta Setuju Tarif Naik Asal Layanan Lebih Efisien dan Tepat Waktu

Pengguna Transjakarta Setuju Tarif Naik Asal Layanan Lebih Efisien dan Tepat Waktu

Jakarta – Sejumlah pengguna Transjakarta mengaku tidak keberatan jika pemerintah menaikkan tarif layanan transportasi umum tersebut, asalkan diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan. Mereka berharap, kenaikan tarif dapat diikuti dengan jadwal bus yang lebih tepat waktu, frekuensi yang lebih banyak di jam sibuk, serta pengurangan kepadatan penumpang.

Salah satu pengguna, Fadil (29), yang ditemui di Halte Blok M pada Jumat (18/10/2025), menuturkan bahwa tarif Transjakarta saat ini masih tergolong terjangkau untuk masyarakat kelas pekerja. Ia menilai kenaikan wajar tetap dapat diterima, selama tidak terlalu besar dan memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan.

“Kalau naik jadi Rp4.000 menurut saya masih masuk akal, asal bus-nya lebih banyak dan datangnya tepat waktu. Kadang pagi harus nunggu 15–20 menit, apalagi di rute yang ramai,” ujar Fadil.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Nadia (25), karyawan swasta yang setiap hari menumpang Transjakarta dari Cawang ke Sudirman. Menurutnya, kenaikan tarif bisa diterima jika membantu memperbaiki sistem operasional, terutama dalam mengurangi antrean panjang di halte saat jam sibuk.

“Kadang jam 7 pagi halte penuh banget, orang desak-desakan. Kalau tarif naik tapi bus tambah banyak, saya sih setuju. Yang penting layanan meningkat,” katanya.

Desa Wisata Pemuteran Dinobatkan Sebagai “Best Tourism Village 2025” oleh UN Tourism

Wacana kenaikan tarif Transjakarta sempat mencuat setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan evaluasi terhadap subsidi Public Service Obligation (PSO) yang selama ini menutupi biaya operasional.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa evaluasi ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan layanan publik yang efisien dan berkualitas. “Kami sedang menghitung kemungkinan penyesuaian tarif. Prinsipnya, kenaikan tidak boleh memberatkan masyarakat dan harus diiringi peningkatan kualitas pelayanan,” ujar Syafrin, Jumat (18/10).

Menurut data Transjakarta, saat ini tarif layanan masih Rp3.500 untuk semua rute reguler, yang belum berubah sejak 2014. Sementara itu, biaya operasional per penumpang sudah mencapai lebih dari Rp10.000. Artinya, sebagian besar biaya masih disubsidi pemerintah.

Pakar transportasi perkotaan dari Universitas Indonesia, Eko Prabowo, menilai rencana kenaikan tarif bisa menjadi momentum untuk mendorong efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan Transjakarta. “Kuncinya bukan sekadar menaikkan harga, tapi memastikan masyarakat mendapat layanan lebih baik—bus datang tepat waktu, halte bersih, dan keamanan terjamin,” ujarnya.

Eko juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi dalam manajemen layanan, seperti pelacakan bus secara real time, sistem antrian digital di halte padat, hingga integrasi pembayaran dengan moda lain seperti MRT dan LRT. “Kalau pelayanan membaik, masyarakat justru akan merasa tarif baru lebih adil,” tambahnya.

Pilihan Destinasi Laut dan Aktivitas Seru untuk Pengalaman Tak Terlupakan

Sementara itu, pihak Transjakarta melalui keterangan resminya menyatakan bahwa mereka terus berupaya meningkatkan layanan dengan memperluas jaringan rute, memperbarui armada, serta memperkuat sistem digitalisasi transportasi publik.

“Setiap kebijakan tarif akan mempertimbangkan kemampuan masyarakat serta kualitas layanan yang kami berikan. Komitmen kami tetap memberikan layanan aman, nyaman, dan terjangkau,” tulis pernyataan resmi perusahaan.

Dengan rata-rata lebih dari 1 juta penumpang per hari, Transjakarta kini menjadi tulang punggung mobilitas warga Jakarta. Masyarakat berharap, jika memang tarif akan disesuaikan, perubahan itu benar-benar sejalan dengan peningkatan pelayanan publik yang nyata — bukan sekadar angka baru di layar tiket.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share