Travel
Home » Blog » Desa Wisata Pemuteran Dinobatkan Sebagai “Best Tourism Village 2025” oleh UN Tourism

Desa Wisata Pemuteran Dinobatkan Sebagai “Best Tourism Village 2025” oleh UN Tourism

Buleleng, Bali – Kabar membanggakan datang dari Pulau Dewata. Desa Wisata Pemuteran, yang terletak di pesisir utara Bali, resmi dinobatkan sebagai “Best Tourism Village 2025” oleh UN Tourism, lembaga pariwisata dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Penghargaan bergengsi ini menegaskan posisi Pemuteran sebagai salah satu destinasi wisata berkelanjutan terbaik di dunia.

Penetapan tersebut diumumkan dalam ajang UN Tourism Best Tourism Village Award 2025 yang digelar di Madrid, Spanyol, pada Rabu (15/10/2025). Dalam acara itu, Desa Pemuteran bersanding dengan 32 desa wisata lain dari berbagai negara yang dinilai berhasil mengembangkan pariwisata berbasis komunitas, budaya lokal, dan keberlanjutan lingkungan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. “Ini adalah bukti bahwa Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam pariwisata berkelanjutan. Pemuteran bukan hanya indah, tapi juga menginspirasi dunia dengan semangat gotong royong dan pelestarian alam,” ujar Sandiaga dalam keterangan resminya.

Pengguna Transjakarta Setuju Tarif Naik Asal Layanan Lebih Efisien dan Tepat Waktu

Desa Wisata Pemuteran dikenal luas karena keindahan bawah lautnya yang menakjubkan, terutama melalui program restorasi terumbu karang Biorock, yang disebut-sebut sebagai salah satu proyek konservasi laut terbesar di dunia. Program ini melibatkan masyarakat lokal yang bekerja sama dengan ilmuwan dan aktivis lingkungan untuk menumbuhkan kembali ekosistem karang yang rusak menggunakan teknologi ramah lingkungan.

Selain itu, Pemuteran juga berhasil membangun ekosistem wisata yang berpihak pada masyarakat. Mayoritas warga terlibat langsung dalam industri pariwisata lokal — mulai dari pengelolaan homestay, penyedia jasa selam, pemandu wisata, hingga usaha kuliner tradisional.

“Kami tidak hanya menjual keindahan, tapi juga nilai-nilai keberlanjutan. Setiap wisatawan yang datang diharapkan menghormati budaya dan ikut menjaga lingkungan,” ujar I Gusti Ngurah Oka Wirawan, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pemuteran.

Keberhasilan Pemuteran juga didukung oleh komitmen untuk menjaga kearifan lokal dan keberlanjutan budaya. Masyarakat setempat masih melestarikan tradisi adat, seperti upacara laut dan kegiatan gotong royong ngewangun desa (membangun desa), yang menjadi bagian dari pengalaman wisata otentik bagi para pengunjung.

Menurut UN Tourism, Desa Pemuteran terpilih karena memenuhi tiga aspek utama: keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, dan pelestarian budaya. Laporan juri menyebutkan bahwa Pemuteran “menjadi contoh nyata bagaimana pariwisata dapat menjadi alat pemberdayaan, bukan eksploitasi.”

Pilihan Destinasi Laut dan Aktivitas Seru untuk Pengalaman Tak Terlupakan

Penghargaan ini menambah daftar panjang prestasi Indonesia di sektor pariwisata berkelanjutan. Sebelumnya, Desa Penglipuran di Bangli dan Desa Nglanggeran di Gunung Kidul juga pernah menerima pengakuan serupa dari lembaga internasional.

Dengan prestasi ini, Kemenparekraf berencana menjadikan Pemuteran sebagai model nasional pengembangan desa wisata hijau, yang menggabungkan konservasi alam, inovasi digital, dan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

“Pemuteran memberi pelajaran berharga: bahwa pariwisata terbaik adalah yang tumbuh bersama masyarakat dan menjaga bumi tetap lestari,” ujar Sandiaga menutup pernyataannya.

Cara Menghasilkan Uang dari Podcast: Transformasi Hobi Menjadi Bisnis

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share